Jumat, 19 April 2013

makalah sejarah basket


                                                            BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan Jasmani merupakan salah satu pendidikan yang penting untuk semua siswa karena dapat memberikan pengalaman kompetitif yang positif dan mendorong keberhasilan semua anak didik yang pada gilirannya akan meningkatkan motivasi siswa dalam dalam kegiatan – kegiatan fisik dan manfaat yang paling utama adalah dapat meningkatkan ketrampilan dan kebugaran dari setiap siswa sehingga siswa tersebut dapat menerima pelajaran di sekolah dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan jasmani sangat penting pengaruhnya bagi kegiatan siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Karena jika siswa tidak mempunyai kebugaran tubuh yang baik maka dalam menerima pelajaran di sekolahpun siswa tersebut tidak dapat menerima pelajaran dengan baik juga. Bola Basket merupakan salah satuolahraga yang dapat memberikan ketrampilan dan kebugaran pada setiap siswa. Bola Basket adalah salah satu olahraga yang paling populer di dunia. Penggemarnya yang berasal dari segala usia telah merasakan bahwa bola basket adalah olahraga yang menyenangan, kompetitif, mendidik, menghibur, dan menyehatkan. Ketrampilan – ketrampilan perseorangan seperti tembakan, umpan, dribel, dan rebound, serta kerja tim untuk menyerang atau bertahan , adalah prasyarat agar berhasil dalam memainkan olahraga ini. Meskipun permainan 5 lawan 5 adalah bentuk permainan bola basket yang paling populer, selama ini telah telah berkembang berbagai permainan dan pertandingan menghibur yang berkaitan dengan bola basket untuk membantu penggemarnya mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan dasar mereka. Jenis permainan atau pertandingan yang dimainkan tergantung pada peralatan yang tersedia, tingkat ketrampilan pemain dan jumlah peserta. Apakah untuk tujuan bersenang – senang atau bertanding, bermain bola basket bisa membuat hidup lebih bermakna dan memberikan kenikmatan sepanjang hayat bagi para penggemar yang memilih “membulatkan tekad”dan memainkan olahraga ini. Agar bisa menjadi pemain bola basket yang baik, sebelumnya siswa harus mengetahui teknik dasar bermain bola basket, peraturan dalam bermain bola basket, dan masih banyak hal lagi yang berhubungan dengan bola basket. Selain itu perlulah juga seorang siswa mengetahui sejarah permainan bola basket sehingga sampai sekarang ini bola basket dapat menjadi salah satu olahraga yang populer di dunia.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah Bola Basket ?
2.      Apa saja kejadian – kejadian penting dalam Sejarah Bola Basket ?
3.      Apa saja peraturan dalam bermain Bola Basket ?
4.      Apa saja teknik dasardalam permainan Bola Basket ?
5.      Apa saja teknik professional dalam permainan Bola Basket ?
6.      Bagaimana pola penyerangan dalam Bola Basket ?
7.      Apa saja alat – alat perlengkapan yang digunakan untuk bermain Bola Basket ?
8.      Berapa jumlah waktu, wasit, dan jumlah pemain dalam bermain Bola Basket ?
9.      Berapa ukuran lapangan Bola Basket ?
10.  Bagaimana sejarah masuknya Bola Basket ke Indonesia ?
1.3  Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui sejarah Bola Basket.
2.      Untuk mengetahui kejadian – kejadian penting dalam Sejarah Bola Basket.
3.      Untuk menhetahui peraturan dalam bermain Bola Basket.
4.      Untuk mengetahui teknik dasar dalam permainan Bola Basket.
5.      Untuk mengetahui teknik professional dalam permainan Bola Basket.
6.      Untuk mengetahui pola penyerangan dalam Bola Basket.
7.      Untuk mengetahui alat – alat perlengkapan yang digunakan untuk bermain Bola Basket.
8.      Untuk mengetahui jumlah waktu, wasit, dan jumlah pemain dalam bermain Bola Basket.
9.      Untuk mengetahui ukuran lapangan Bola Basket.
10.  Untuk mengetahui sejarah masuknya Bola Basket ke Indonesia.
1.4  Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan ini adalah agar siswa mengetahui sejarah, teknik dasar, peraturan ,maupun  perlengkapan dalam permainan Bola Basket masih banyak hal lagi yang berhubungan dengan Bola Basket sehingga wawasan siswa mengenai Bola Basket semakin bertambah luas.    

                                                        BAB II
                                                PEMBAHASAN

           

     

       
        Gambar Prof. Dr James A. Naismith
       

        Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut. Selain olahraga sepakbola, bola basket pun merupakan olahraga yang mendunia. Olahraga ini pertama kali diperkenalkan oleh Prof. Dr. James A . Naismith

      Awal cerita sejarah bola basket ini, dimulai ketika seorang guru Olahraga yang berasal dari Kanada  yaitu Dr. James Naismith pada tahun 1891 yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahraga baru ini adalah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga. Salah satu penyebabnya adalah senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak. Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup yang dapat membantu para siswa agar tetap aktif dan bugar selama bulan – bulan yang dingin pada musim dingin di Massachusetts. Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendang, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu. Kemudian, Naismith terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario. Menurut cerita, beberapa gagasan mengenai permainannya ini ditolak karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup. Kemudian Naismith melakukan beberapa percobaan mengenai permainan yang ia ciptakan. Dari hasil percobaan yang dilakukan itu, Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak. Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Naismith menggantung keranjang – keranjang buah persik itu setinggi 3, 05 m dan membagi siswa kedalam dua tim. Tujuannya adalah mencetak skor atau memasukkan bola lebih banyak daripada tim lawan. Para siswa segera merasakan bahwa permainan ini menyenangkan, aktif dan menghibur. Ketika permainan ini diperkenalkan kepada guru – guru dan sekolah – sekolah lain, popularitasnya meningkat dan berangsur – angsur menyebar hingga ke luar dari Negara – Negara bagian wilayah timur laut Amerika Serikat. Dari perkataan basket itu kemudian Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada tanggal 15 Desember 1891.        


      Naismith juga menulis beberapa peraturan dasar yaitu menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu. Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith.Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan.Pada tahun 1924, permainan ini didemonstrasikan di Olympiade Perancis. Pada tanggal 21 Juni 1923 atas prakarsa Dr. Elmer Beny, diadakan konferensi bola basket yang dihadiri oleh 7 negara. Dalam konferensi ini terbentuklah induk organisasi bola basket internasional dengan nama Federation Internationale de Basketball (FIBA).
FIBA adalah federasi bola basket internasional. FIBA didirikan pada tanggal 18 Juni 1932 di Jenewa, Swiss. Sekarang FIBA mempunyai 213 anggota. Bahasa resmi yang digunakan dalam federsi ini adalah bahasa Rusia, bahasa Prancis, bahasa Inggris, bahasa Jerman dan bahasa Spanyol. Tiap tahun FIBA mengadakan kejuaraan bola basket internasional.
Selama paruh pertama abad ke -20, liga – liga dan asosiasi – asosiasi bola basket baru didirikan untuk mengakomodasi minat yang semakin berkembang terhadap permainan tersebut. Selama masa inilah Bola Basket menjadi sebuah olahraga yang disetujui oleh National Collegiate Athletic Association (NCAA) dan menjadi salah satu olahraga Olimpiade. Kemudian diadakan turnamen – turnamen antaruniversitas seperti National Invitational Tournament (NIT) dan turnamen NCAA. Sebelum akhir tahun 1940-an, sebuah liga Bola Basket pria gabungan dibentuk ketika dua liga profesional yang sudah kembang kempis menggabungkan kekuatan untuk menciptakan National Basketball Association (NBA).NBA menjadi tujuan akhir bagi para pemain Bola Basket yang terampil, tetapi asosiasi ini hanya diperuntukkan bagi pemain Bola Basket pria. Selama paruh abad ke-20, permainan dan popularitas bola basket terus berkembang di Amerika Serikat dan kancah Internasional. Liga – liga profesional dibentuk di berbagai Negara di seluruh dunia, dan pertandingan di Olimpiade pun berangsur – angsur menjadi lebih seru. Pada tahun 2000, Bola Basket telah benar – benar menjadi olahraga paling populer di dunia dengan penggemar setia dan peserta dari segala penjuru dunia.
Beberapa kejadian penting dalam perkembangan Bola Basket :

1.         Tahun 1891  :    Bola Basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith dari YCMA (Springfield College)
2.         Tahun 1892  :    Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
3.         Tahun 1894  :    Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi Bola Basket.
4.         Tahun 1895  :    Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
5.         Tahun 1896  :    Universitas Iowa dan Universitas Chicago pertama kali memainkan pertandingan Bola Basket tingkat perguruan tinggi.
6.         Tahun 1913  :    Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
7.         Tahun 1918  :    Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
8.         Tahun 1919  :    Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.
9.         Tahun 1932  :    Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA).
10.     Tahun 1933  :    Untuk pertama kali diselenggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
11.     Tahun 1935  :    Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
12.     Tahun 1936  :    Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
13.     Tahun 1938  :    Turnamen NIT pertama diadakan (dimenangkan oleh Universitas Temple).
14.     Tahun 1939  :    Turnamen NCAA pertama diadakan (dimenangkan oleh Universitas Oregon).
15.     Tahun 1949  :    NBA dibentuk ketika dua liga Bola Basket yang sedang kesulitan bergabung.
16.     Tahun 1972  :    Dikeluarkan Undang – Undang Title IX di Amerika Serikat yang memberi kesempatan lebih besar kepada kaum perempuan untuk bertanding dalam olahraga antarsekolah dan universitas, misalnya Bola Basket.
17.     Tahun 1976  :    NBA dan ABA, dua liga Bola Basket pria utama di Amerika Serikat, bergabung menjadi satu liga (NBA).
18.     Tahun 1985  :    NCAA menerapkan lama waktu untuk menembak dan garis tiga angka (6,02 m).
19.     Tahun 1992  :    untuk pertama kalinya para pemain NBA diperbolehkan mewakili Amerika Serikat dalam Olimpiade. “The Dream Team” (Tim Impian) dengan mudah mengalahkan semua pesaingnya untuk merebut medali emas.
20.     Tahun 1996  :    American Basketball League (ABL), liga Bola Basket professional wanita pertama, mulai digelar. Liga ini mundur karena bangkrut dan ditutup pada tahun 1999.
21.     Tahun 1997  :    Women’s National Basketball Association (WBNA) mulai digelar. Secara finansial liga ini didukung oleh NBA, dan akhirnya menyingkirkan ABL.
Peraturan Permainan Bola Basket
Dalam permainan Bola Basket baku, setiap tim memiliki lima pemain di lapangan. Tiga angka diberikan untuk setiap bola masuk yang dicetak dari luar garis tiga angka, dua angka diberikan oleh setiap bola masuk yang dicetak dari dalam garis tiga angka dan satu angka diberikan untuk setiap tembakan bebas. Dalam permainan Bola Basket terdapat beberapa peraturan. Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBASI/FIBA . Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984. Peraturan permainan tersebut, yaitu :
Ø  Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
Ø  Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Ø  Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Ø  Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Ø  Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
Ø  Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
Ø  Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Ø  Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut.
Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
Ø  Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Ø  Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
Ø  Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
Ø  Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit.
Ø  Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam bermain Bola Basket, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya cara dalam memegang bola basket. Cara memegang Bola Basket yang benar adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks. Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola.
Agar dapat bermain Bola Basket dengan baik, seseorang harus mengetahui teknik – teknik dasar dalam bermain Bola Basket.
Berikut teknik – teknik dasar dalam permainan Bola Basket :
1.      Menggiring bola (Dribbling)
Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan sikap berhenti, berjalan atau berlari. Caranya yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau tangan kiri, seperti :
a.       Dribble rendah.
Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan.
b.      Dribble tinggi.
Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
c.       Dribble lambat.
d.      Dribble cepat

2.      Mengoper bola (Passing)
·         Macam-macam passing atau operan dengan dua tangan :
a.       The two hand chest pass : operan setinggi dada atau tolakan dada.
b.      The over head pass : operan atas kepala.
c.       The bounce pass : operan pantulan.
d.      The under hand passa : operan ayunan bawah.
·         Macam-macam operan dengan satu tangan :
a.       The side arm pass atauthe base ball pass : operan samping.
b.      The lop pass : operan lambung.
c.       The back pass : operan gaetan.
d.      The jump hand pass : operan lompat.
·         Lemparan tolakan dada dengan dua tangan.
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam permainan. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter.
·         Lemparan samping.
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
·         Lemparan di atas kepala dengan dua tangan.
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.
·         Lemparan bawah dengan dua dua tangan.
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
·         Lemparan kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan tersebut di atas.

3.     
Menembak bola ke ring (Shooting)
    Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan. Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
a.       Menghadap papan (facing shoot).
b.      Membelakngi papan (back up shoot).
Sedangkan cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar, melompat dan berlari.
1.      Menghadap papan dengan sikap berhenti :
a.       Tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b.      Tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)
c.       Tembakan satu tangan (one hand set shoot).
d.      Tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot).
2.      Menghadap papan dengan sikap melompat.
3.      Menghadap papan dengan sikap lari.
4.      Membelakangi papan dengan sikap berhenti.
5.      Membelakangi papan dengan sikap melompat.

4.      Cara berputar (Pivot)
Pivot adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
Macam – macam Pivot, yaitu :
a.       Pivot kemudian dribble (membawa bola).
b.      Pivot kemudianpassing (melempar bola).
c.       Pivot kemudian shooting (menembakan bola).
·         Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a.       Dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan keseimbangan.
b.      Cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
5.      Mengiring bola
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a.       Menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b.      Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.
6.      Menangkap bola (catching ball)
Menangkap bola  terdiri dari dua macam cara, yaitu :
a.       Menangkap bola di atas kepala.
b.      Menangkap boka di depan dada.

Teknik permainan bola basket professional
a.       Fade Away.
Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.
b.      Hook Shoot.Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bias agak jauh. Belakangan tehnik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapat 80%.
c.       Jump Shoot
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus. Yaitu dengan melompat dan melakukan tembakan yang liar dan sulit untuk di gagalkan.
d.      Crossover
Merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks).
e.       Slamdunk.
Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi.
Pola Penyerangan Dalam Bola Basket
Pola penyerangan dalam bola basket adalah usaha yang dijalankan untuk menerobos daerah pertahanan lawan sehingga dapat membuahkan hasilatau angka. Pola – pola penyerangan adalah sebagai berikut :
a.       Penyerangan Bebas
Penyerangan bebas adalah penyerangan tanpa bola yang sangat tergantung dari penguasaan teknik taktik dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang sangat tinggi. Meskipun bebas, namun penyerangan ini tidak dapat dilakukan sendiri – sendiri  tetapi harus ada kerjasama dengan teman lain dengan dasar mengoper dan berlari antar 2 atau 3 orang pemain , mereka betul- betul harus ada saling pengertian.
b.      Penyerangan Kilat
Dengan penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan pada saat lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat merupakan senjata yang sangat baik untuk menghancurkan pertahanan lawan.
c.       Penyerangan Kilat Berpola
Serangan kilat ada yang berpola da nada pula yang tidak berpola. Serangan kilat berpola dimulai dengan adanya situasi – situasi tertentu misalnya, dari situasi bola loncat lemparan ke dalam atau sesudah menutupi daerah pada waktu bertahan.
d.      Penyerangan berpola
Penyerangan berpola adalah penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang mempunyai tugas – tugas tertentu dan menguasi jalur – jalur gerakan. Pergerakan pemain dan bola ditentukan dengan pasti sehingga tim memperoleh serangan – serangan yang teratur dan sangat menghemat tenaga. Penyerangan berpola sangan baik dilakukan bila setiap pemain sukar menembus penjagaan lawan serta usaha – usaha  untuk memperlambat permainan. Dapat pula digunakan bila terjadi situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat atau pada detik – detik terakhir tim memperoleh kemenangan tipis.
Dasar – dasar membuat pola:
Dasar – dasar pokok pola penyerangan antara lain sebagai berikut :
1.      Ada seorang pengatur serangan.
2.      Ada seorang pengaman
3.      Ada seorang atau beberapa orang penembak baik bersamaan atau bergelombang.
4.      Ada seorang yang menutupi daerah bila tembakan gagal.

Selain pengetahuan mengenai teknik dasar, seorang pemain Bola Basket harus mengetahui perlengkapan dalam permainan Bola Basket. Misalnya, para pemain harus mengenakan sepatu yang mendukung dan dilengkapi dengan bantalan yang sesuai untuk gerakan – gerakan dinamis yang dibutuhkan dalam permainan itu. Mereka harus mengenakan pakaian olahraga yang tidak membatasi gerak yang telah diatur oleh liga atau asosiasi pendukung (celana pendek dan kaos seragam, pelindung, kaos kaki, dan aksesoris harus terbuat dari karet dan bukan yang terbuat dari logam) yang sesuai untuk gerakan dan kegiatan pertandingan pada umumnya.



Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan Bola Basket terdiri dari :


  1. Bola Basket
Gambar Bola Basket

 












Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.


2.      Perlengkapan Teknik
o    Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.
o    Alat untuk mengukur waktu 30 detik.
o    Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
o    Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

3.         Lapangan
Lapangan Permainan Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.

    • Papan pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan.          

    • Keranjang

Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.     


Waktu, Wasit Dan Jumlah Pemain Basket Permainan Bola Basket

Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.

Wasit  bola basket ditentukan oleh pengurus besar (PERBASI). Jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Tugas dan kewajiban wasit  yaitu:
a.       Melaksankan bola loncat pada tiap permulaan babak.
b.      Memeriksa dan mengesahkan semua perlengkapan alat pertandingan.
c.       Menetapkan jam permainan yang resmi.
d.      Melarang pemain menggunakan alat yang membahayakan pemain lain.
e.       Bila terjadi perbedaan pendapat, wasit I memutuskan persoalan ini.
f.       Memeriksa dan mengesahkan angka dalam daftar angka pada tiap akhir suatu babak.
Setelah bola loncat pertama dilaksanakan, maka tidak ada lagi istilah wasit I dan wasit II tetapi yang ada wasit pemandu dan wasit penyerta. Dalam menjatuhkan keputusan antara wasit I dan wasit II tidak ada perbedaan kekuasaan. Bila terjadi keputusan yang berlawanan tetapi bersifat setaraf maka harus diadakan bola locat. Misalnya bola keluar seorang wasit menyatakan bola untuk regu A  tetapi wasit  yang lain menyatakan bola untuk regu B  tetapi bila seorang wasit menyatakan adanya kesalahan sedangkan wasit yang lain menyatakan pelanggaran maka keputusan yang berat akan berlaku.
Sejarah Bola Basket masuk ke Indonesia           
Bola basket dalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika Serikat dan berbagai penduduk di belahan dunia, seperti Amerika Selatan, Eropa Selatan, Lithuania, termasuk Negara tercinta Indonesia. Awal mula sejarah basket masuk ke Indonesia, masuknya olahraga basket di Indonesia yaitu sejak tahun 1984, bersamaan dengan kedatangan pedagang dari Cina. Bola basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.Masuknya basket ke Indonesia ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan ( pada 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan .Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Selanjutnya karena pada tahun ini juga di Jakarta akan diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi meminta pula untk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat PERBASI. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya tetap sama yaitu PERBASI.
Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen menduduki jabatan Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah terbentuknya PERBASI, organisasi ini menggabungkan diri dan menjadi anggota KONI serta FIBA. Namun demikian, dengan terbentuknya PERBASI, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air menjadi ringan. Tantangan yang paling menonjol datang dari masyarakat Cina din Indonesia yang mendirikan Bon Bola Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan PERBASI.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1955 PERBASI menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri oleh utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah PERBASI merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga Bola Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga dibicarakan persiapan menghadapi penyelenggaraan kongres yang pertama.Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya nasional, regional dan internaisonal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam melaksanakan pembinaan organisasi, PERBASI menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, PERBASI Cabang, Pengurus Daerah PERBASI, sampai kepada Pengurus Besar PERBASI.Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai cara. Selain pertandingan-pertandingan dilakukan melalui jenjang organisasi vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Perkumpulan. Disamping itu, sebagai realisasi daripada keputusan Kongres PERBASI ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982 dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama yang diikuti perkumpulan terkemuka di Pulau Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, Kompetisi ini dianggap sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket Indonesia, karena dalam pelaksanaannya mengambil jalan pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal. Hal ini langsung ditujukan pada peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat yakni dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus sepanjang waktu.
Kongres-kongres PERBASI yang telah diselenggarakan sejak berdirinya tahun 1951 sampai akhir tahun 1983 sebagai berikut :
*      Kongres ke – I             :           Tahun 1957 di Semarang.
*      Kongres ke – II                        :           Tahun 1959 di Malang.
*      Kongres ke – III           :           Akan dilangsungkan tahun 1961 di Manado, tetapi dibatalkan.
*      Kongres ke – IV          :           Tahun 1967 di Jakarta
*      Kongres ke – V                        :           Tahun 1969 di Surabaya
*      Kongres ke – VI          :           Tahun 1974 di Surabaya
*      Kongres ke – VII         :           Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
*      Kongres ke – VIII        :           Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).
Dalam pertandingan internasional tim basket Indonesia sudah mencetak beberapa prestasi diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1.      Pada Asia Games III di Tokyo, Jepang tim basket Indonesia berhasil tampil, walaupun belum mencetak prestasi.
2.      Pada kompetisi basket yang diikuti tujuh negara Asia di Manila, tim putra Indonesia berhasil memnduduki posisi ke 6.
3.      Pada Sea Games tahun 1962, tim basket putra Indonesia berhasil menduduki posisi ke 5 diantaranya peserta dari negara Asia lainnya.
4.      Pada piala Ganefo tahun 1963, tim basket putra Indonesia berhasil meraih peringkat 2.
5.      Pada Pra Olimpiade di tahun 1964, Indonesia meraih peringkat 10.
6.      Pada piala Ganefo tahun 1966 Indonesia kembali meraih peringkat 2.
7.      Di tahun 1968 pada Pra-Olimpiade di Meksiko, tim basket putra negara kita berhasil meraih peringkat ke empat setelah mengalahkan Australia.Tahun 1970 adalah kali pertama bagi Indonesia dalam menurunkan tim basket putrinya. Tepatnya di piala ABC.
8.      Pada tahun 1972 diadakan kompetisi basket Asia di Taipei, Indonesia meraih peringkat ke 4.
9.      Tahun 1980an, prestasi basket Indonesia mulai menurun terlihat dari kemampuan Indonesia yang hanya mampu menduduki posisi belasan di berbagai kompetisi.
10.  Tahun 1990an, prestasi basket Indonesia mulai bagus. Ditandai dengan diraihnya medali emas oleh tim putra dan perak oleh tim basket putri pada Sea Games 1991. Pada Sea Games 1997 tim basket putri Indonesia juga kembali meraih medali perak.
11.  Pada tahun 2001 untuk pertama kalinya tim basket putra Indonesia meraih medali perak di Sea Games.

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936,Naismith dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, Naismith menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bahwa Olahraga itu sangatlah bagus untuk dilakukan selain sehat olahraga juga bisa dapat meningkatkan kesejahteraan hidup misalnya banyak atlet-atlet olahraga yang mampu bertahan hidup karena Olahraga. Selain itu dengan olahraga kita dapat membawa nama bangsa dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata Dunia, khususnya Olahraga Basket. Selain, Olahraga ini sangat menyenangkan , tetapi juga sangat menyehatkan.
     
3.2 Saran
Perlu diadakannya kegiatan wajib olahraga, salah satunya Olahraga Basket disetiap sekolah agar potensi yang ada pada siswa bisa digali.Selain menambah Ilmu olahraga juga membuat sehat.seperti pepatah mengatakan dalam tubuh yang sehat terdapat jasmani yang kuat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar